JAKARTA - Kuku yang sering patah atau rapuh bukan hanya masalah estetika, tetapi juga tanda perawatan yang kurang tepat. Kesehatan kuku dipengaruhi oleh berbagai faktor, mulai dari genetik, pola makan, hidrasi, hingga paparan bahan kimia selama aktivitas sehari-hari.
Melansir Healthline, perawatan kuku yang konsisten dan perubahan gaya hidup sederhana bisa membantu kuku tumbuh lebih kuat dan sehat. Dengan langkah-langkah tepat, kuku rapuh dapat diperbaiki secara bertahap, sehingga aktivitas sehari-hari pun tidak terganggu.
Nutrisi dan Perlindungan Dasar Kuku
Kekuatan kuku dimulai dari dalam tubuh. Nutrisi yang cukup dan kebiasaan menjaga kelembapan kuku menjadi kunci agar kuku tidak mudah patah. Asupan vitamin, protein, serta hidrasi yang tepat berperan langsung dalam menjaga elastisitas dan kesehatan kuku.
Selain itu, membatasi paparan air berlebihan dan bahan kimia juga sangat penting. Sarung tangan saat mencuci piring atau membersihkan rumah dapat melindungi kuku dari kerusakan akibat air dan bahan kimia keras.
Perawatan Kuku yang Aman dan Tepat
Selain nutrisi dan perlindungan dasar, perawatan langsung pada kuku juga berperan besar. Pemilihan produk perawatan, teknik mengikir, serta jeda penggunaan kuteks dapat membantu kuku pulih dan tetap kuat.
Mengurangi penggunaan gel atau akrilik dan memberi waktu kuku “bernapas” menjadi langkah yang dianjurkan untuk menjaga kesehatan jangka panjang.
11 Cara Menjaga Kesehatan Kuku
Berikut langkah-langkah yang dapat dilakukan untuk memperkuat kuku, disusun dalam poin angka agar mudah diikuti:
Konsumsi biotin secara cukup
Biotin (vitamin H atau B7) penting untuk kesehatan rambut dan kuku. Dapat diperoleh dari telur rebus, kacang-kacangan, dan ikan sarden. Suplemen bisa dipertimbangkan dengan konsultasi medis.
Batasi paparan air berlebihan
Terlalu sering merendam tangan dalam air menyebabkan kuku kehilangan kelembapan alaminya. Gunakan sarung tangan saat mencuci atau bersih-bersih.
Pastikan tubuh terhidrasi
Minum air yang cukup membantu kuku tetap lembap dan elastis. Kekurangan cairan membuat kuku kering dan rapuh.
Perhatikan asupan nutrisi harian
Kekurangan zat besi, vitamin A, vitamin B12, dan protein memengaruhi kekuatan kuku. Kolagen dari makanan tinggi protein juga dapat mendukung struktur kuku.
Pilih produk perawatan kuku dengan bijak
Hindari penghapus kuteks berbahan aseton dan produk yang keras. Gunakan kuteks bebas bahan kimia serta pembersih kuku lembut.
Kurangi penggunaan kuku gel dan akrilik
Pemakaian terus-menerus menipiskan lapisan kuku alami dan paparan sinar UV dari pengering gel berisiko. Beri jeda agar kuku pulih.
Beri waktu kuku tanpa cat
Kuku membutuhkan waktu “bernapas”. Membersihkan kuteks setelah satu minggu pemakaian membantu kuku kembali kuat.
Jaga panjang kuku tetap pendek
Kuku terlalu panjang lebih mudah patah saat beraktivitas. Memotong kuku pendek dan rapi mengurangi risiko retak atau pecah.
Hindari menggunakan kuku sebagai alat
Menggunakan kuku untuk membuka benda atau mengorek sesuatu melemahkan struktur kuku. Gunakan alat bantu lain untuk menjaga kekuatan kuku.
Rutin melembapkan kuku
Setelah mencuci tangan atau menggunakan hand sanitizer, kuku sering kehilangan kelembapan. Oleskan krim tangan atau minyak kuku untuk menjaga kekuatan.
Perhatikan cara mengikir kuku
Teknik mengikir salah, seperti bolak-balik, dapat melemahkan ujung kuku. Kikir satu arah lebih aman dan menjaga struktur tetap kuat.
Dengan konsistensi dalam menjalankan langkah-langkah ini, kuku akan menjadi lebih kuat, sehat, dan mampu mendukung aktivitas sehari-hari tanpa mudah patah. Perubahan kecil dalam kebiasaan harian dapat memberikan hasil jangka panjang yang signifikan bagi kesehatan kuku.